Selasa, 29 November 2016

Psikologi Manajemen: Tugas 29 November 2016

Nama   :           Sheila Rahmi Syafitri
Kelas   :           3PA10
NPM   :           1A514209

Pengembangan SDM

Pengembangan SDM merupakan penyiapan karyawan agar dapat meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih baik akibat adanya perubahan pekerjaan/jabatan (untuk memikul tanggung jawab yang lebih tinggi). Perubahan pekerjaan/jabatan diakibatkan adanya mutasi, promosi, teknologi baru, krisis global atau akibat perubahan permintaan pasar terhadap produk baru dari suatu organisasi / perusahaan. Tujuan pokok pengembangan SDM adalah meningkatkan kemampuan, ketrampilan, sikap dan tanggung jawab karyawan sehingga lebih efektif dan efisien dalam mencapai sasaran program dan tujuan organisasi.

Pendekatan Psikologi pada Job Design
Pendekatan psikologi pada job design ditandai dengan asumsi bahwa efektivitas dan efisiensi yang berkorelasi dengan kepuasan. Banyak Psikolog percaya bahwa kepuasan adalah kunci seseorang untuk mencapai Aktualisasi diri (Maslow,1943) dan memenuhi kebutuhan tersebut sangat penting sebagai motivasi kerja.  Ada tiga teknik merancang pekerjaan berdasarkan pendekatan psikologi, yaitu: job enlargement, job enrichment, dan sosiotechnical job design.

Job Enlargement
Job enlargement adalah sebuah rencana membuat pekerjaan “lebih besar” atau “lebih luas”, dengan menambahkan jumlah tugas kerja yang harus dilakukan setiap orang. Biasanya, tugas yang diberikan berada pada tingkat keterampilan atau kesulitan yang sama seperti tugas aslinya (a horizontal loading of tasks). Contohnya: seorang grafik designer yg mulanya hanya mendesign logo dan kartu nama perusahaan, sekarang juga ditugaskan untuk mendesain cover buku.  Job enlargement berfungsi agar seorang karyawan tidak bosan bekerja, karena diberi tugas baru walaupun pekerjaan tersebut masih dalam tingkat keterampilan/ kesulitan yang sama.
Job enlargement menjadi cukup populer pada tahun 1950an dan 1960an karena adanya minat terhadap sebab-akibat dan pengaruh kebosanan karyawan dan malas bekerja. Psikolog berasumsi bahwa spesialisasi tugas membuat frustasi orang yang butuh akan variasi, untuk menghadapi tantangan, dan untuk rasa membuat kontribusi yang berarti dalam menggapai tujuan kelompok. Job enlargement dapat mengatasi masalah tersebut.

Job Enrichment
Sebagai pendekatan psikologi terhadap rancangan pekerjaan,  Job enrichment mempunyai banyak kesamaan dengan Job enlargement. Prinsip utama dari kedua desain pekerjaan ini didasarkan pada pengapresiasian kebutuhan manusia akan kerja adalah penting. Perbedaannya adalah pada konsep bagaimana mencapainya. Job enlargement bekerja atas asumsi bahwa pekerjaan bergantung pada jumlah dan variasi dari tugas yang ditampilkan pada umumnya. Sementara itu, job enrichment tidak bergantung pada jumlah dari tugas melainkan dari jenis tugas tersebut.
Job enrichment biasanya memberikan kepada karyawan lebih banyak tanggung jawab dan kekuasan mengambil keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian kerja mereka sendiri. Tugas yang ditambahkan untuk memperkaya pekerjaan biasanya adalah tugas bertipe manajemen (management-type tasks) yang merupakan vertical loading of job tasks yang maksudnya seorang karyawan diberi tugas yang levelnya diatas pekerjaan pokoknya saat ini.
Job enrichment memilki keuntungan dan kerugian dalam dunia kerja. Keuntungan dari job enrichment apabila diterapkan di dunia kerja yaitu dapat membuat lebih termotivasi untuk bekerja dan memperluas serta memperdalam kualitas dari pekerjaan yang digelutinya itu. Job enrichment juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi pekerja yaitu pekerja yang telah terstimulasi secara optimal dalam pekerjaannya. Pekerja yang telah optimal seperti ini akan mengalami overstimulasi jika pekerjaannya disertakan dalam program job enrichment. Program job enrichment lebih berhasil jika dikenakan pada pekerja yang tidak takut terhadap tanggung jawab baru dan yang menganggap penting bekerja keras untuk mencapai keberhasilan pribadi dalam lingkungan kerjanya. Job enrichment sebagai mediator untuk promosi karyawan.

Sosiotechnical Job Design
Pandangan sosiotkenis dari organisasi adalah pandangan sistem yang menekankan perlunya hubungan yang seimbang antara manusia dan komponen teknologi dari sebuah organisasi. Rancangan pekerjaan dan organisasi sosial menunjuk pada perluasan teknologi pekerjaan. Beberapa teknologi memperbolehkan individu bekerja dengan bebas. Teknologi lain menciptakan tugas yang menghendaki pekerja bekerja bersama-sama.
Bila diterapkan dalam rancangan pekerjaan, prinsip-prinsip dasar sosioteknis seringkali menganjurkan pendekatan kelompok atau tim kerja dan bukan perorangan. Kelompok karyawan diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan sejumlah unit pekerjaan dan mereka memutuskan antara mereka sendiri dan siapa yang melaksanakan tugas tertentu pada saat tertentu.
Meskipun rancangan sosio-teknis seringkali dinyatakan sebagai salah satu bentuk untuk job enrichment, termasuk juga prinsip-prinsip dasar dari perluasan pekerjaan-variasi tugas atau keterlibatan perorangan dengan pekerjaan yang harus dilakukan. Dalam tim rancangan pekerjaan, tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan pekerjaan, tetapi masing-masing dapat melihat bagaimana usahanya merupakan bagian dari penyelesaian pekerjaan tersebut. Satu hal yang juga sama pentingnya ialah tidak ada seorangpun yang dibatasi pada satu tugas yang monoton dan berulang-ulang kecuali memang hal itu yang dikehendakinya.

Pelatihan dan Pengembangan
Menurut Hani Handoko pengertian latihan dan pengembangan adalah berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci dan rutin. Yaitu latihan menyiapkan para karyawan (tenaga kerja) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang. Sedangkan pengembangan (developrnent) mempunyai ruang lingkup lebih luas dalam upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian.
Perbedaan tujuan antara pelatihan dan pengembangan secara umum:
Pelatihan
Tujuan: Peningkatan kemampuan individu bagi kepentingan jabatan saat ini.
Sasaran: Peningkatan kinerja jangka pendek.
Orientasi: Kebutuhan jabatan sekarang.
Efek terhadap karir: Keterkaitan dengan karir relatif rendah.
Pengembangan
Tujuan: Peningkatan kemampuan individu bagi kepentingan jabatan yang akan datang.
Sasaran: Peningkatan kinerja jangka panjang.
Orientasi: Kebutuhan perubahan terencana atau tidak terencana.
Efek terhadap karir: Keterkaitan dengan karir relatif tinggi

Jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM
      1.    Pelatihan dan Pengembangan Keahlian
Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekuragan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
      2.      Pelatihan dan Pengembangan Ulang
Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin computer atau akses internet
      3.      Pelatihan dan Pengembangan Lintas Fungsional
Pelatihan lintas fungsional (cross fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.
      4.      Pelatihan dan Pengembangan Tim
Pelatihan tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
      5.      Pelatihan dan Pengembangan Kreatifitas
Pelatihan kreatifitas (creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan. 

Penetapan Metode-metode Pelatihan dan Pengembangan
a. Kuliah: merupakan suatu ceramah yang disampaikan secara lisan untuk tujuan pendidikan.
b. Konperensi: merupakan pertemuan formal dimana terjadi diskusi atau konsultasi tentang sesuatu hal yang penting. Konperensi menekankan adanya: (i) diskusi kelompok kecil, (ii) bahan yang terorganisasi, (iii) keterlibatan peserta secara aktif.
c. Studi kasus: merupakan uraian tertulis atau lisan tentang masalah dalam perusahaan atau tentang keadaan perusahaan selama kala waktu tertentu yang nyata atau hipotesis (namun didasarkan pada kenyataan).
d. Bermain peran (role playing): perserta diberitahu tentang suatu keadaan dan peran mereka yang harus mereka mainkan tanpa script.
e. Bimbingan berencana atau instruksi bertahap (programmed instruction): terdiri atas satu urutan langkah yang berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau suatu kelompok tugas pekerjaan.
f.  Metode simulasi: berusaha menciptakan satu situasi yang merupakan tiruan dari keadaan nyata.



Sutadji. (2010). Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Deepublish
Munandar, Ashar Sunyoto. (2014).  Psikologi Industri dan Organisasi. Depok: Universitas Indonesia

Selasa, 15 November 2016

Psikologi Manajemen: Tugas 15 November 2016

Kasus 1
Departemen SDM mungkin sudah terlalu sering dipusingkan dengan masalah ketidakdisiplinan yang terjadi di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Masalah kedisiplinan ini memang sangat sulit untuk dihindarkan, karena hampir disemua organisasi ada saja orang-orang yang biasa menyimpang dari prosedur atau peraturan yang berlaku. Akan tetapi bagaimana jika masalah kedisiplinan ini malah menjadi boomerang bagi departemen SDM itu sendiri?
Analisis Kasus
Para karyawan yang sering datang terlambat dengan berbagai alasan, mungkin dapat dimaklumi dan dipahami oleh Manager HR. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi berulang-ulang dan cenderung sering maka tidak mungkin ditolerir lagi. Apalagi jika itu dialami oleh karyawan yang sama setiap harinya. Namun, dengan tidak adanya tindakan yang tegas atau hukuman yang sepadan seperti pemotongan gaji dan surat peringatan, maka karyawan tidak akan pernah memperdulikan hal tersebut. Kasus ini termasuk dalam kategori masalah eksternal atau ini berumber dari masalah pribadi yang menyebabkan karyawan tidak disiplin dalam pekerjaannya. Manager HR harus lebih mendisiplinkan karyawan dengan konsekuensi yang harus diterima karyawan jika melanggar kedisiplinan tersebut. Konsekuensi tersebut bisa berupa pemotongan gaji atau surat peringatan yang diberikan 3 kali berutur-turut jika karyawan masih saja tidak disiplin. Jika karyawan masih tetap tidak disiplin dalam pekerjaannya, manager HR harus bertindak tegar untuk mem-PHK karyawan tersebut demi kemajuan perusahaan.

Kasus 2
Dalam menjalani karirnya sebagai HR di PT. Ruyung Karya Mandiri, Pak Aswani menyampaikan bahwa banyak masalah yang ia hadapi terkait dengan hubungan dengan kepegawaian diantaranya banyak karyawan yang pindah kerja, dan pak Asmawi terkadang merasa sangat kewalahan dengan memperkerjakan karyawan baru. Karyawan baru tersebut harus mulai mempelajari segala sesuatu dari awal dan menurut beliau ini bisa menjadi masalah besar ketika perusahan ini sedang mendapatkan permintaan pengiriman tenaga kerja. Selanjutnya, permasalahan yang umum terjadi adalah upah atau gaji yang sering kali di nilai terlalu rendah. Dan yang terakhiri ialah konflik yang sering terjadi antara expatriat atau staff asing yang di tempatkan oleh perusahan yang menjalin kerja sama dengan PT. Ruyung Karya Mandiri dengan karyawan setempat. Beberapa karyawan mengaku bahwa terkadang perbedaan budaya yang sering kali mengakibatkan munculnya kesalahpahaman. Pada contoh kasus di tahun 2007, PT.Ruyung Karya Mandiri menjalin kerjasama dengan salah satu hotel di Dubai dalam mencari waitres serta room cleaning service untuk hotel tersebut. Sekitar 3 orang delegasi dari Dubai pun ditugaskan ke Jakarta untuk menyeleksi calon kandidat, karena perbedaan budaya dimana orang Dubai berbicara memang dengan nada keras dan lantang beberapa karyawan merasa bahwa mereka diperlakukan tidak baik. Padahal orang Dubai tidak bermaksud demikian, hal tersebut karena kebiasaan menggunakan intonasi yang tinggi.
Analisa Kasus
Melihat dari beberapa permasalahan yang di hadapi oleh bapak Asmawi di PT. Ruyung Karya Mandiri, kita dapat melihat bahwa permasalahan ini semua bersumber kepada rendah nya gaji karyawan sehingga membuat karyawan menjadi tidak mempunyai tanggung jawab dan mudah untuk tergoda dengan penawaran kerja di tempat lain yang menawarkan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi daripada di PT. Ruyung Karya Mandiri. Padahal dengan mengrekrut karyawan baru sebenarnya akan membuang lebih banyak waktu untuk mengajari dari awal hal-hal mendasar pada perusahaan yang secara tidak langsung sama saja dengan pemborosan pada hal materi dan juga membutuhkan biaya tambahan.
Untuk mengatasi hal ini perusahaan tidak selalu harus menaikkan gaji tapi dapat di gantikan dengan memberikan kebebasan kepada karyawan untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan pekerjaan sehingga ia merasa memiliki wewenang dan tanggung jawab atas pekerjaannya sendiri. Disamping itu, pemberian jaminan kesehatan atau pendidikan untuk yang sudah memiliki anak dapat di lakukan sebagai bentuk fasilitas yang diberikan perusahan.
Selanjutnya, penanganan terhadap kesalahpahaman dan konflik kepada staff asing atau expatriatdapat di lakukan dengan cara mempersiapkan penataran baik untuk staff asing maupun karyawan perusahan dengan menjelaskan mengenai perbedaan budaya, karakteristik, pengharapan, dan etika dari masing-masing budaya yang berbeda tersebut sehingga nantinya dapat meminimalisir konflik yang dapat terjadi dan dapat mencapai tujuan yang ingin di raih kedua belah pihak dapat tercapai dengan baik dan optimal.

Sabtu, 05 November 2016

Psikologi Manajemen: Tugas 8 November 2016

Nama   :           Sheila Rahmi Syafitri
Kelas   :           3PA10
NPM   :           1A514209

A.    Keuntungan dan Kelemahan Rekrutmen Internal dan Eksternal
Rekrutmen Internal
Keuntungan :
            1.      Karyawan telah familiar dengan perusahaan
            2.      Biaya rekrutmen dan pelatihan lebih rendah
            3.      Meningkatkan moral dan motivasi karyawan
            4.      Peluang berhasil, karena penilaian kemampuan dan keahlian lebih tepat
Kelemahan :
            1.      Konflik politik promosi posisi
            2.      Tidak berkembang
            3.      Masalah moral tidak dipromosikan

Rekrutmen Eksternal
Keuntungan :
            1.      Memiliki gagasan dan pendekatan baru
            2.      Bekerja mulai dengan lembaran bersih dan memperhatikan spesifikasi pengalaman
            3.      Tingkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam perusahaan yang sekarang
Kelemahan :
            1.      Keterbatasan keteraturan antara karyawan dan perusahaan
            2.      Moral dan komitmen karyawan rendah
            3.      Periode penyusunan yang lama

B.     Alat Ukur Psikologi yang Sering Digunakan Dalam Seleksi Karyawan
      1.       Tes kecakapan/kemampuan kognitif
   Tes yang dirancang untuk menentukan sejauh mana baiknya seseorang dapat melakukan sesuatu. Tes kecakapan dapat dibedakan dalam kelompok-kelompok berikut: tes kecakapan intelektual, tes kecakapan keruangan dan mekanikal, tes ketepatan pengamatan (perceptual accuracy), tes kecakapan gerak (test of motor abilities).
Contoh: tes Kecakapan Mental Umum (General Mental Ability)
      2.      Tes kepribadian objektif
    Tes ini merupakan ukuran-ukuran dari ciri-ciri kepribadian yang mempunyai bentuk yang berstruktur. Tidak ada jawaban-jawaban yang salah atau benar, individu sendiri menetapkan jawaban mana yang paling sesuai dengan dirinya. Tes kepribadian objektif dapat dibedakan ke dalam tes-tes kepribadian dan tes-tes minat kejuruan (vocational interest).
Contoh: EPPS, Holland, RMIB
      3.     Tes kepribadian proyektif
    Tes ini merupakan ukuran-ukuran dari ciri-ciri kepribadian yang bentuknya tidak terstruktur. Individu harus memberikan jawaban-jawabannya terhadap rangsang-rangsang yang taksa (ambiguous). Jawaban-jawabannya ini akan memperlihatkan secara lebih lengkap dinamika kepribadiannya. 
Contoh: tes Wartegg, DAP, HTP
      4.      Tes situasional
    Tes ini mengukur perilaku yang khas yang sangat dipengaruhi oleh variabel-variabel lingkungan. Ada dua bentuk tes situasional: tes contoh-kerja (work-sample test), dan tes simulasi manajemen atau tes permainan manajemen.
Contoh: Leaderless Group Discussion, In-Basket Test, Management atau Business Game.
      5.      Wawancara
      Wawancara merupakan salah satu teknik seleksi, dimana data tentang diri calon tenaga kerja dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara lisan.




Munandar, Ashar Sunyoto. (2014). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia

Senin, 10 Oktober 2016

Psikologi Manajemen: Tugas 11 OKtober 2016

Nama   :   Sheila Rahmi Syafitri
NPM    :   1A514209
Kelas   :    3PA10

Job Descriptions PT. Fast Food Indonesia, Tbk

            PT. Fast Food Indonesia, Tbk didirikan pada tahun 1978 oleh kelompok usaha Gelael sebagai pemegang hak ekslusif usaha waralaba Kentucky Fried Chicken di Indonesia yang berkantor pusat di Jl. MT. Haryono No. Kav 7, Jakarta Selatan. Restoran KFC yang pertama dibuka pada tanggal 18 Oktober 1979 di jalan Melawai, Jakarta. Keberhasilan KFC pertama ini segera diikuti dengan pembukaan berbagai outlet-outlet lainnya di berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

Struktur Organisasi Perusahaan
            Struktur organisasi yang terdapat pada Kentucky Fried Chicken ini adalah struktur organisasi garis seperti pada umumnya perusahaan besar lain yang memiliki jaringan kerja luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang berbeda dan rumit, selain itu memiliki jumlah karyawan yang banyak. Pada struktur organisasi garis ini terdapat cabang-cabang bagi wewenang pimpinan pada bawahan, sedangkan tanggung jawab bawahan tidak mengenal lebih dari satu alasan. Dalam pembahasan struktur ini akan diuraikan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing manager bagian.



Job Descriptions
General Manager
Fungsi utama General Manager adalah mengkoordinir seluruh kegiatan para manager untuk mencapai tujuan perusahaan.
Tugasnya adalah menyerahkan beberapa wewenang dan tanggung jawab kepada bawahannya, serta mengatur prosedur dan tata tertib pekerjaan yang dibawahinya.

General Manager Marketing
Tanggung jawabnya adalah melaksanakan kegiatan pemasaran outlet-outlet Kentucky Fried Chicken yang bertujuan untuk memperkokoh keberadaan outlet itu sendiri sebagai rumah makan siap saji yang paling sering dikunjungi dari pada rumah makan sejenisnya.
Tugasnya adalah melakukan promosi secara regional maupun nasional melalui berbagai media, menentukan tema promosi yang akan dilakukan, mengadakan perluasan jaringan, serta memperkenalkan produk-produk baru yang disesuaikan dengan cita rasa masyarakat Indonesia.

General Manager HR & GA
Tanggung jawab Human Resource adalah mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia, dalam hal ini termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sumber daya manusia dan pengembangan kualitas sumber daya manusia; membuat sistem HR yang efektif dan efisien; bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen karyawan; melakukan seleksi, promosi, transferring, dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu; melakukan kegiatan pembinaan, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kemampuan, potensi, mental, keterampilan, dan pengetahuan karyawan yang sesuai dengan standar perusahaan; bertanggung jawab pada hal yang berhubungan denagn absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus, dan tunjangan; membuat kontrak kerja karyawan serta memperbaharui masa berlakunya kontrak kerja; melakukan tindakan disipliner pada karyawan yang melanggar peraturan atau kebijakan perusahaan.
Tanggung jawab General Affairs adalah bertindak sebagai koordinator kehidupan rumah tangga perusahaan serta sarana-sarana pendukungnya, merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan di bidang kepegawaian seperti pengadaan, pelatihan, promosi jabatan serta pengawasan personil.

General Manager Operation
Tugasnya adalah merencanakan dan menetapkan target penjualan perusahaan; mengembangkan SDM, sistem, prosedur dan sebagainya; mengontrol seluruh biaya operasional; merencanakan visi, misi serta strategi untuk mencapai tujuan perusahaan; mengontrol jalannya operasional seluruh restoran; mengawasi dan mengontrol departemen – departemen yang dibawahinya; melakukan pengorganisasian wewenang atas perencanaan yang telah dibuat selama tahun berjalan; serta menetapkan anggaran setiap departemen.

General Manager Business Development
Business Development bertanggung jawab dalam merencanakan Business Plan perusahaan; merencanakan pengembangan restoran; mengembangkan SDM, produk, marketing dan sebagainya; merencanakan visi, misi serta strategi untuk mencapai tujuan perusahaan; mengontrol anggaran setiap departemen; mengawasi dan mengontrol biaya setiap departemen; mengawasi dan mengontrol departemen – departemen yang dibawahinya.

General Manager Finance and Administration
Tanggung jawab Finance and Administrations adalah menyusun rencana kerja dan anggaran pendapatan pengeluaran perusahaan; melakukan pencatatan atas transaksi yang terjadi pada perusahaan; menyusun laporan keuangan konsolidasi atas transaksi yang terjadi di setiap restoran; mengkoordinir dan mengawasi kegiatan administrasi perusahaan; mengkoordinir setiap departemen yang ada di bawahnya; mengendalikan pendapatan dan pengeluaran perusahaan; mengawasi dan mengontrol departemen – departemen yang dibawahinya.
Finance & Administrations terdiri dari :
      1)      Finance Planning and Control Manager
   Bertanggung jawab merencanakan penggunaan dana bagi operasional perusahaan sekaligus mengadakan pengawasan atas penggunaan anggaran.
    Tugasnya adalah mencatat semua pengalokasian anggaran yang akan dipergunakan oleh setiap departemen serta melakukan pengawasan atas penggunaan dana yang telah dialokasikan ke masing-masing departemen.
      2)      Compensation and Benefit Manager
    Tugasnya adalah membantu Finance Planning and Control Department dalam menetapkan dan mengawasi pemberian kompensasi, baik kepada staff dan karyawan PT. Fast Food Indonesia, maupun kepada mitra atau partner termasuk para pemasok PT. Fast Food Indonesia, serta mengurus masalah pembayaran royalty maupun franchise kepada franchisor Kentucky Fried Chicken dalam hal ini Pepsi Cola Overseas Ltd.
      3)      Tax, Insurance, and Collection Manager
    Tugasnya adalah membantu Finance Planning and Control Department dalam menghitung besarnya pajak hasil penjualan maupun pajak lain dari PT. Fast Food Indonesia yang harus disetorkan kepada negara, serta mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan asuransi atas asset PT. Fast Food Indonesia, yang meliputi pengurusan premi asuransi, jatuh tempo, dan lain-lain hingga pada suatu saat klaim asuransi dalam terealisasi.
      4)      Finance and Accounting Manager
     Bertugas mencatat semua pemasukan dan pengeluaran dalam perusahaan, membuat laporan atas penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan, mengkoordinir penerimaan dan pengeluaran, mendistribusikan pengeluaran ke bagian yang membutuhkan termasuk gaji para karyawan, memeriksa keuangan dan biaya-biaya perusahaan, melakukan pengawasan atas penggunaan uang untuk biaya operasional perusahaan.

Selasa, 04 Oktober 2016

Psikologi Manajemen: Tugas 4 Oktober 2016

Nama   :     Sheila Rahmi Syafitri
Kelas   :     3PA10
NPM   :     1A514209
Apa Itu Psikologi Manajemen?

Psikologi manajemen adalah ilmu yang mengatur tentang tingkah laku manusia dalam mengatur atau mengendalikan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut Ricky W. Griffin manajemen sendiri didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok orang yang memiliki tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi (industri) dapat dipandang sbg suatu sistem terbuka dan sistem dilingkupi  oleh suatu batas sistem.
Proses timbulnya organisasi kerja atau industry terbagi menjadi dua:
-          berdasarkan perencanaan: dari pemikiran 1 orang untuk membuat usaha besar, lalu disampaikan ke beberapa orang dan merencanakan semua aspek yang akan terlibat dalam organisasi kerja tersebut.
-          mulai dari satu orang: wirausaha yang ingin membuka usaha sendiri tanpa bantuan orang lain.

Kelompok
Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi satu dengan yang lainnya, secara psikologikal ada satu sama lain, dan mempersepsikan diri mereka sendiri sebagai kelompok.
Kelompok dibagi menjadi dua:
-          kelompok formal: diberi batasan yang berisi rincian tugas-tugas dan tanggung jawab tertentu. Ex: kelompok komando, kelompok tugas
-          kelompok informal: tidak diberi batasan oleh struktur organisasi dan terjadi secara spontan antara sejumlah tenaga kerja.

Fungsi Manajemen
Terdapat 4 fungsi paling mendasar dari manajemen, yaitu:
      1.    Fungsi perencanaan (planning)
     Perencanaan mencakup hal-hal pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijakan, proyeksi, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Tahap-tahap proses perencanaan:
a.     Menetapkan tujuan, dimulai dengan keputusan tentang keinginan yang dibutuhkan dalam organisasi atau kelompok kerja.
b.     Merumuskan keadaan saat ini, memahami kondisi perusahaan akan dapat memperkirakan masa depan.
c.     Mengidentifikasi kemudahan dan hambatan, perlunya mengetahui kelemahan, kelebihan, kemudahan, dan hambatan dari suatu organisasi dalam mencapai tujuan.
d.  Mengembangkan rencana untuk pencapaian tujuan, pengembangan berbagai alternatif untuk mencapai tujuan.
Manfaat perencanaan:
-         mengidentifikasi peluang masa depan
-         mengembangkan langkah-langkah yang strategis
-         sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan
-         mengidentifikasi dan menghindarkan permasalahan yang timbul di masa yang akan datang
-         dengan mudah melakukan pengawasan.
      2.       Fungsi pengorganisasian (organizing)
    Pengorganisasian merupakan proses penyusuan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya organisasi, dan lingkungan tempat organisasi berada.
Tiga aspek dari fungsi pengorganisasian:
-           menetapkan struktur organisasi
-           mendelegasikan wewenang
-           memantapkan hubungan
      3.        Fungsi pengarahan (directing)
   Fungsi pengarahan adalah membuat karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus dilakukan. Fungsi ini melibatkan kualitas, gaya, dan kekuasaan pemimpin.
      4.       Fungsi pengawasan dan pengendalian (controlling)
    Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Langkah-langkah proses pengawasan:
a.       Menetapkan standard dan metode untuk mengukur prestasi;
b.      Mengukur prestasi kerja;
c.       Menentukan apakah prestasi kerja sudah sesuai dengan standar atau belum;
d.      Pengambilan tindakan koreksi bila pelaksanaannya menyimpang dari standar.


https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-manajemen-fungsi-prinsip.html

Kamis, 04 Februari 2016

Chapter 2 : Anak - Anak dan Internet

Internet adalah lingkungan virtual yang luas. Anak-anak dapat mengakses banyak informasi dari internet. Mereka dapat berkomunikasi, seperti berbagai pengalaman dengan orang lain dari seluruh dunia, mendengarkan musik dari seluruh dunia, dan hal-hal yang bermanfaat lainnya. Namun, disisi lain anak-anak dapat melakukan hal-hal yang buruk. Seperti ajakan seksual, predasi, cyber bullying, dan pelecehan. Bagaimana kita dapat membantu mereka meningkatkan aspek kognitif, tapi disisi lain juga melindungi mereka dari sisi gelap internet?
            Meskipun media berita cepat untuk melaporkan setiap situasi atau kejadian dimana anak-anak terpengaruh oleh internet, tapi kita baru belajar tentang penggunaan anak-anak dari internet. Kita perlu pendekatan yang menumbuhkan prinsip anak-anak untuk memahami lingkungan baru ini dan interaksi yang baik dengan internet karena anak-anak merupakan sasaran yang empuk bagi predator seksual dan cyber bullying.
Apa yang Anak-Anak lakukan ketika mengakses internet?
            Menurut Research Environics Group pada Tahun 2001 oleh Kaiser Family Foundation, sebagian besar anak-anak di Amerika Serikat dan Kanada telah mengakses internet. Penggunaan internet sedikit lebih rendah di kota-kota maju misalnya Livingstone dan Bober.
            Selain itu, anak-anak mengakses Internet dari usia yang sangat dini. Dalam survei 2001 Kanada untuk Media Awareness Network (Environics Research Group, 2001), 15% dari remaja di bawah usia 18 tahun teringat belajar untuk menggunakan Internet pada 7 tahun atau lebih muda. Dalam 2003 Amerika Serikat survei dari orang tua menemukan bahwa anak-anak mulai mencari situs Web tanpa pengawasan orangtua di usia 4 tahun dan mengirim e-mail sendiri sedini usia 3 tahun. Jelas, anak-anak tenggelam dalam lingkungan Internet dalam jumlah yang meningkat.
            Anak-anak terutama mengakses internet melalui World Wide Web. Anak-anak menggunakan Web untuk mengakses sumber daya informasi melalui pencarian Web dan browsing disukai situs Web; berkomunikasi menggunakan e-mail, instant messaging, dan diskusi; dan musik akses, video, dan permainan komputer (Environics Research Group, 2001; Rideout et al, 2003;.. Roberts et al, 2005).
            Dalam mengakses internet, terdapar layanan e-mail khusus untuk anak seperti KidMail (http://kidmail.net ) dan Surf Teman (http://www.surfbuddies.com ). Kedua akses tersebut bebas spam, aman, mengeluarkan biaya yang kecil. Akses ini memungkinkan orangtua untuk membatasi kontak e-mail anak-anak dan program yang secara otomatis menyaring konten yang dipertanyakan.
            Direktori pencarian yang dirancang khusus untuk anak-anak adalah Yahooligans (http://yahooligans.com) dan Ask Jeeves (http://www.ajkids.com/) untuk anak-anak. Akses yang dapat dicari atau diakses ini telah diverivikasi sesuai untuk anak-anak oleh tim konsultan pendidikan.
            Banyak juga terdapat sumber hiburan yang dirancang khusus untuk anak-anak yaitu seperti Broadcasting Corporation Umum (http://pbskids.org/), Warner Brothers (misalnya, http://harrypotter.com)  dan Scholastic (misalnya http://scholastic.com). Sumber hiburan tersebut mengembangkan informasi dan permainan untuk anak-anal. Sebagian besar sumber daya ini mandiri dan tidak mengandung link off-site.
            Akses internet anak-anak pun dapat dikontrol melalui program filtering, seperti Net Nanny (http://netnanny.com/) atau Cyber Sitter (http: // www.cybersitter.com/). Adapun browser untuk anak-anak seperti zExplorer (http: // www. zxplorer.com/). Program-program komersial ini membatasi akses anak-anak ke Internet, penyaringan spam, iklan, dan konten yang pantas untuk anak-anak.  Namun terdapat kelemahannya, yaitu anak anak tidak dapat mengakses infromasi dari berbagai infromasi, seperti World Book Encyclopedia. Akhirnya, anak-anak tidak dapat belajar secara aktif, tidak dapat menilai dan mengevaluasi informasi dari internet.
Kekhawatiran
            Seacara hostoris, orangtua, guru, dan pers telah khawatir tentang efek samping dan media baru pada anak-anak. Film, radio, dan televisi berpotensi bahaya bagi perkembangan anak. Komputer dipandang merampas peluang anak untuk berkembang secara sosial dan fisik. Contohnya adalah waktu yang dihabiskan lama saat didepan layar komputer atau televisi. Kritikus khawatir anak aak menjadi korban predator seksual dan cyber bullying.
Perkembangan Sosial
            Kritikus mengatakan bahwa penggunaan komputer mengarah ke isolasi sosial, yang dapat menyebabkan depresi dan gangguan mental lainnya. Kekhawatiran ini ditunjukan dengan korelasi antara isolasi sosial, depresi, dan penggunaan komputer. Kraut et al tahun 1995-1998 melaporkan survei penggunaan internet sebagai bagian dari studi HomeNet mengenai dampak internet pada interaksi sosial. Hasilnya yaitu terjadi penurunan dalam interaksi sosial dan peningkatan pada gejala depresi selama beberapa bukan pertama mereka menggunakan internet. Dalam penelitian kedua, survei menemukan adanya peningkatan yang lebih besar terhadap anak-anak yang ekstrovert dan orang dewasa dalam interaksi sosial, dan harga diri sebagai fungsi dari peningkatan penggunaan internet. Penelitian lain menunjukan bahwa internet dapat memiliki efek positif pada pembangunan sosial. Stern pada tahun 2002, menganalisis situs Web pribadi gadis-gadis remaja, Stern berpendapat bahwa internet memberikan kesempatan yang baik bagi anak-anak untuk mengeskspresikan diri mereka dalam mengembangkan sosial dan seksual.
            Gross et al pada tahun 2002 meneliti hubungan antara kesejahteraan dan kedekatan mitra “instant messaging” pada remaja berusia 11-13 tahun. Kalangan yang menggunakan “instant messaging” merasakan  nyaman dalam interaksi sosial mereka terutama dengan teman-teman sekolah. Sedangkan, remaja yang merasa terisolasi secara sosial juga berkomunikasi dengan orang yang mereka tidak tahu dengan baik.
            Memang, komunikasi online dapat membantu anak-anak mengembangkan rasa diri di lingkungannya. Subrahman dkk tahun 2004, menganalisis 30 menit transkip chat room dari 52 remaja yang berbeda. Topik yang lebih banyak dibahas adalah tentang olahraga, seks, dan kekhawatiran orangtua. Sehingga Subrahmanyam menyimpulkan bahwa internet dapat menyediakan lingkungan aman secara sosial.
            Suzuki dan Calzo pada tahun 2004 meneliti masalah umum remaja dan berdiskusi di chat tentang seksualitas selama satu bulan dan menemukan hasil yang mirip dengan yang diteliti oleh Subrahmanyam. Suzuki Calzo berpendapat bahwa chat room memungkinkan anak-anak untuk jujur membahas dan menerima dukungan sosial untuk masalah-masalah remaja yang memalukan.
            Dari penelitiannya, Greenfi mengungkapkan bahwa pembangunan sosial dan internet dilakukan sampai saat ini adalah walaupun internet dapat membuat anak-anak terisolasi dan depresi. Namun, internet dapat menyediakan lingkungan yang positif bagi perkembangan sosial melalu banyak cara, contohnya adalah e-mail, chatting, dan instant messaging.
Sambungan Diinginkan Untuk Pornografi Dan Benci
            Dalam internet terdapat ratudan situs web yang berbau pornografi. Anak-anak dapat mengakses pornografi dalam berbagai cara, entah itu disengaja atau tidak. Namun, anak-anak lebih mungkin untuk mengakses pornografi secara tidak disengaja. Hal ini terjadi karena pencaian kata kunci yang sangat mudah, dan iklan yang dimunculkan oleh distribusor pornografi untuk mencari pelanggan baru.
            Dari hasil data dari Survei Keamanan Internet Youth menemukan bahwa seperempat dari anak-anak yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka tidak sengaja terpapar pornografi, yang dimana 75% melalui situs Web dan 25% melalui e-mail atau instant messaging. Meskipun seperempat dari anak-anak tidak sengaja terpapar pornografi, mereka mengaku sangat kecewa (diwakili 6% dari total sampel).
            Gernstenfeld dkk tahun 2003 melakukan analisis dari situs internet yang diselenggarakan oleh Nasionalis putih, neo-Nazi, skinhead, Ku Klux Klan, identitas kristen, penolakan Holocaust, dan kelompok lainnya. Hanya satu setengah dari situs yang termasuk simbol kebencian, seperti swastika atau pembakaran salib. Meskipun beberapa situs termasuk sumber pengetahuan bagi anak-anak, tapi kurangnya simbol serta klaim non rasisme, non kekerasan atau bahasa mengenai rasisme dan kekerasan dapat menyebabkan kebingungan di kalangan anak-anak.
Predasi dan Bullying
            Survei Keselamatan Pemuda Internet, melaporkan hampir 20% responden yang berusia 10-17 tahun menerima ajakan seksual melalui chatting. Ajakan seksual yang berupa permintaan langsung untuk bertemu, meminta seorang gadis perempuan tentang ukuran bra nya, meminta anak laki-laki untuk terlibat dalam cyber sex, dan mengirim gambar seksual yang eksplisit. Anak-anak yang bermasalah, depresi, atau mempunyai masalah keluarga menerima ajakan seksual lebih tinggi dibandingkan yang tidak bermasalah. Begitu pula terjadi pada anak-anal yang lebih sering munggunakan internet.
            Baru-baru ini, aparat penegak hukum mulai menyamar di internet untuk memerangi kejahatan seksual pada anak-anak. Wolak et al tahun 2003 mengalanisis penangkapan yang dilakukan di Amerika Serikat selama 2000-2001, ditemukan bahwa 508 kasus dimana predator menggunakan internet untuk memikat anak-anak. Mitchell et al tahun 2005 menyimpulkan bahwa internet telah meningkatkan kemampuan lembaga penegak hukum untuk mendeteksi dan mencegah kejahatan pada anak.
            Ybarra tahun 2004 menganalisis karakteristik yang terkait dengan korban pelecehan internet dari Survey Keamanan Internet Youth. Satu sepertiga dari anak-anak yang telah dilecehkan merasakan kecewa. Pada laki-laki mengalami gejala depresi, misalnya penurunan perasaan diri, kesulitan menyelesaikan tugas sekolah, dan kesulitan dalam kebersihan pribadi. Ynarra berpendapat bahwa hubungan antara depresi dan pelecehan membuat pelecehan internet merupakan masalah kesehatan mental yang penting.
            Ybarra dan Mitchell menemukan bahwa 15% responden dari Survey Keamanan Internet Youth mengindikasikan bahwa mereka telah membuat komentar yang kasar dan jahat, 1% menggunakan internet untuk mempermalukan dan melecehkan seseorang dalam satu tahun terakhir. Pelaku pelecehan tersebut cenderung berasal dari keluarga miskin dan terlibat dalam penyalahgunaan zar dan kenakalan.
            Internet menyediakan akses yang lebih besar untuk anak-anak dan lingkungan yang lebih besar dimana anak-anak dapat terlibat dalam bullying dan pelecehan.
Menjadi Pengguna Internet yang Diharapkan
            Ada  pendekatan untuk melindungi anak-anak dari efek internet yang merusak, yaitu :
1.      Pendekatan yang mengatur bahan apa yang dapat didistribusikan di Internet. Undang-Udang Perlindungan Oneline (COPA) disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1998, yang melarang penyedia layanan internet komersial mendistribusikan konten yang dilarang untuk anak di bawah umur.
  1. Pendekatan untuk melindungi anak-anak dari bahaya internet dengan mengembangkan perangkat lunak untuk menyaring/ memblokir akses anak-anak terhadap sumber daya ofensif.
            Pendekatan pertama dan kedua saling berhubungan untuk dapat memblokir konten yang tidak boleh diakses oleh anak-anak. Namun, internet terlalu besar sehingga menyaring konten tersebut tidak mudah, apalagi ada beberapa negara yang kebal terhadap undang-undang. Studi perangkat lunak penyaringan menemukan bahwa sebagian besar perangkat lunak yang memblokir pornografi sangat baik, namun hal itu juga akan memblokir tentang pendidikan mengenai seks. Padahal pendidikan tersebut sangat dibutuhkan.
  1. Pendekatan yang mengajarkan anak-anak untuk kritis menilai sendiri.  Pendekatan itu kemungkinan adalah pendekatan yang paling sukses. Keterampilan berpikir kritis mendasari hampir semua pengambilan keputusan untuk membuat keputusan tentang perilaku seksual, pembelian, dan pengumpulan informasi.
            Anak-anak menjadi lebih kritis dengan informasi yang mereka temukan di internet ketika mereka mengandalkan internet sebagai suatu informasi yang penting. Sebagian anak-anak menggunakan internet untuk mengerjakan tugas sekolah mereka. Penilaian kritis juga diperlukan saat mereka membaca artikel dari internet, mereka perlu menilai penulis dari sumber internet yang dia dapat, misalnya tentang jerawat. Jika penulis berpengetahuan, makan informasi tersebut lebih dipercaya daripada penulis yang memiliki pengetahuan yang terbatas. Mereka harus dapat menilai objektifitas, kelengkapan informasi dari artikel tersebut. Sebuah sumber daya dengan tujuan memberikan informasi medis lebih mungkin kredibel daripada yang dirancang untuk menjual atau membujuk. Terkait dengan tujuan tersebut, anak-anak juga perlu menilai keaslian informasi, seperti menentukan apakah sumber daya tersebut relevan dengan kebutuhannya. Anak-anak mungkin kurang mepertimbangkan secara kritis untuk menilai jenis sumber daya internet, seperti game, chatting, instant messaging, musik, dan video. Sebagai contoh, anak-anak cenderung men-download file apapun (musik, film, atau video) tanpa mempertimbangkan virus apa yang ada di file tersebut saat di download. Anak-anak perlu belajar untuk menilai dengan kritis sumber daya dan komunikasi yang mereka hadapi di internet. Pustakawan dan guru sekolah telah mengembangkan sejumlah sumber informasi untuk membantu anak-anak belajar agar dapat lebih kritis untuk menilai sumber infprmasi.  Salah satu sumber daya yang tertua dan paling terkenal menyediakan satu set pertanyaan ya / tidak untuk anak-anak dari berbagai usia. Didalam informasi tersebut, mereka menemukan dan mengevaluasi sumber informasi Web. Anak-anak usia SD awal didorong untuk mempertimbangkan apakah mereka setuju atau tidak setuju dengan informasi tersebut. Sedangkan, remaja didorong untuk kritis menilai isi dan otoritas informasi.
Media Awareness Network telah mengembangkan sejumlah permainan yang tersedia untuk anak-anak, mulai dari Petualangan Three Little Cyber Pigs yang merupakan permainan untuk anak-anak usia 8-10 tahun.
            Pusat Nasional telah mengembangkan sumber pelatihan online yang bernama Netsmartz (http://netsmartz.org) yang mencakup daftar evaluasi, tips untuk orangtua, game, dan kuis. Hasilnya, tiga perempat remaja mengindikasikan bahwa mereka mengubah perilaku mereka di internet sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari melalui Netsmartz.
            Perangkat lunak dapat membantu anak-anak untuk belajar mengendalikan perilaku mereka di internet dengan memaksa mereka untuk berpikir kritis dan menilai sumber daya internet sebelum menggunakannya. Terdapat aplikasi checklist sederhana yang dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan penilaian yang kritis. Aplikasi seperti ini membantu anak-anak belajar untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari, sumber-sumber pengajaran, dan kegiatan keamanan internet.


            Internet adalah lingkungan virtual yang tidak terbatas dengan banyak manfaa tuntuk perkembangan kognitif dan sosial anak yang positif. Anak-anak dapat mengunjungi banyak web, mengeskplorasi banyak budaya, mencoba berbagai teknologi, dan berkomunikasi denga banyak orang yang berbeda. Namun, internet juga memiliki sisi buruk, anak-anak dapat terkena pornografi, dilecehkan, diintai, dan diculik. Kita harus dapat memberdayakan anak-anak kita untuk mendapatkan keterampilan berpikir kritis dan menjadi pengguna internet yang bijaksana. Kita dapat membantu mereka memperluas pikiran dan dunia mereka dengan aman melalu internet.

Gackenbach, Jayne. 2007. Psychology and the Internet : Intrapersonal, Interpersonal, and Transpersonal Implications, 2nd Edition.