Rabu, 26 November 2014

Manusia dan Kegelisahan

A.     Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar, ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga dapat diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran, ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Sigmund Freud berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu sebagai berikut.
a)    Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan atau mewarisi sifat kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda – benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
b)    Kecemasan Neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :
1.    Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan ini timbul karena orang itu takut akan bayangan sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekankan dan menguasai ego.
2.    Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
3.    Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap, dan sebagainya. Reaksi ini muncul secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas.
c)    Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, dan rasa kurang.

B.    Sebab – Sebab Orang Gelisah
Sebab – sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak – haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam. Contohnya seperti saat seseorang mengalami suatu kondiri yang menurutnya berbahaya, ia merasa bahaya itu telah mengancamnya karena ia akan kehilangan hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, atau mungkin hak nama baik.

C.    Usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan terlebih dahulu harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir dengan jernih, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi. Selain dengan bersikap tenang, kita harus bisa mengintrospeksi diri sendiri dengan belajar bagaimana cara menghadapi situasi yang menurut kita akan membahayakan atau mengancam kita. Sedangkan cara yang paling ampuh adalah kita memasrahkan diri kepada Tuhan, kita serahkan nasib kita sepenuhnya kepada Sang Pencipta.


Sumber referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar