A. Pengertian
Sistem Informasi Psikologi
Menurut Jogianto (dalam
Hutahaean, 2015) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti
tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut McLeod (2001)
informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi
si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Plotnik (2005)
psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan
proses mental.
Bedasarkan uraian
berbagai macam pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
psikologi adalah suatu himpunan atau kumpulan dari elemen-elemen nyata yang
saling berkaitan yang digunakan dalam mempelajari perilaku manusia, dimana
elemen tersebut diolah sedemikian rupa hingga memiliki arti dan suatu tujuan
tertentu secara efisien dan efektif.
B. Karakteristik
Sistem
Menurut Hutahaean
(2015) sistem itu dapat dikatakan sistem yang baik, jika memiliki karakteristik,
yaitu:
- Komponen : Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
- Batasan sistem (boundary) : Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
- Lingkungan luar sistem : Lingkungan luar sistem (environtment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan meengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
- Penghubung sistem (interface) : Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsitem dengan subsitem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsitem ke subsitem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsitem lain melalui penghubung.
- Masukan sistem (input) : Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
- Keluaran sistem (output) : Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
- Pengolah sistem : Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, system akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
- Sasaran sistem : Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
C. Elemen
Sistem
Menurut Amsyah (2005) modul sistem terdiri dari empat
subsistem, yaitu:
- Masukan : Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
- Pengolahan : Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah.
- Keluaran : Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
- Umpan balik atau kontrol : Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
D. Model
Sistem Psikologi
Sistem informasi dapat
diaplikasikan dalam bidang psikologi, seperti pada aplikasi alat tes yang berfungsi
untuk menentukan kepribadian seseorang. Melalu aplikasi tersebut dapat
mempermudah untuk mendeteksi kepribadian seseorang tergolong dalam kategori
sanguinis, melankolis, koleris, atau plegmatis.
Daftar
Pustaka
Amsyah, Z. (2005). Manajemen
sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
Hutahaean, J. (2015). Konsep
sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
McLeod, R. (2001). Sistem
informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Plotnik, R. (2005). Introduction
of psychology 5th edition. Australia: Thomson & Wadworth.