Senin, 13 November 2017

Tugas 2 : Model Sistem Psikologi

A.      Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Menurut Jogianto (dalam Hutahaean, 2015) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut McLeod (2001) informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Plotnik (2005) psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Bedasarkan uraian berbagai macam pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu himpunan atau kumpulan dari elemen-elemen nyata yang saling berkaitan yang digunakan dalam mempelajari perilaku manusia, dimana elemen tersebut diolah sedemikian rupa hingga memiliki arti dan suatu tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

B.       Karakteristik Sistem
Menurut Hutahaean (2015) sistem itu dapat dikatakan sistem yang baik, jika memiliki karakteristik, yaitu:
  1.  Komponen : Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
  2. Batasan sistem (boundary) : Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
  3. Lingkungan luar sistem : Lingkungan luar sistem (environtment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan  yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan meengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
  4. Penghubung sistem (interface) : Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsitem dengan subsitem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsitem ke subsitem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsitem lain melalui penghubung.
  5. Masukan sistem (input) : Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
  6. Keluaran sistem (output) : Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
  7. Pengolah sistem : Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, system akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
  8. Sasaran sistem : Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

C.      Elemen Sistem
Menurut  Amsyah (2005) modul sistem terdiri dari empat subsistem, yaitu:
  1.   Masukan : Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
  2.   Pengolahan : Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah.
  3.     Keluaran : Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
  4.     Umpan balik atau kontrol : Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

D.      Model Sistem Psikologi
Sistem informasi dapat diaplikasikan dalam bidang psikologi, seperti pada aplikasi alat tes yang berfungsi untuk menentukan kepribadian seseorang. Melalu aplikasi tersebut dapat mempermudah untuk mendeteksi kepribadian seseorang tergolong dalam kategori sanguinis, melankolis, koleris, atau plegmatis.

Daftar Pustaka
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
Hutahaean, J. (2015). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
McLeod, R. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Plotnik, R. (2005). Introduction of psychology 5th edition. Australia: Thomson & Wadworth.

Selasa, 03 Oktober 2017

Tugas 1: Sistem Informasi Psikologi

Pengertian Sistem
Menurut Fat (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
Menurut Indrajit (dalam Hutahaean, 2014) sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Menurut Jogianto (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Berdasarkan uraian beberapa tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu himpunan atau kumpulan elemen-elemen nyata atau abstrak yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya, dimana elemen-elemen ini saling berkaitan, berhubungan, saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Pengertian Informasi
Menurut McLeod (2001) informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut McFadden (dalam Kadir, 2002) informasi didefinisikan sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
Menurut Sidharta (1995) informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa yang memiliki arti bagi si penerima dan berguna untuk membuat keputusan.

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli
Menurut Plotnik (2005) psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental (psychology is the systematic, scientific study of behaviors and mental processes).
Menurut Morgan (1984) psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang.
Menurut Woodworth dan Marquis (dalam Basuki, 2008) psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif, maupun aktivitas emosional.
Berdasarkan uraian beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku dan proses mental manusia yang dikhususkan dalam mempelajari aktivitas-aktivitas individu yang bersifat sistematik dan ilmiah.

Sistem Informasi Psikologi
Bedasarkan uraian berbagai macam pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu himpunan atau kumpulan dari elemen-elemen nyata yang saling berkaitan yang digunakan dalam mempelajari perilaku manusia, dimana elemen tersebut diolah sedemikian rupa hingga memiliki arti dan suatu tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

Daftar Pustaka
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Kadir, A. (2002). Pengenalan sistem informasi. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
McLeod, R. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Morgan,  C.T., Richard, A.K., & Weisz, J.R. (1986). Introduction to psychology 7th edition. New York: Mc Graw Hill.
Plotnik, R. (2005). Introduction of psychology 5th edition. Australia: Thomson & Wadworth.
Sidharta, L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.